Menjadi Pendek Tak Selalu Jelek - HOBI MENULIS

Breaking

Kamis, 15 Juni 2017

Menjadi Pendek Tak Selalu Jelek


Ada sebagian orang merasa kurang percaya diri,karena mempunyai tubuh yang pendek. Malah diantaranya ingin atau berangan-angan memiliki tubuh yang lebih tinggi atau jangkung, dan mereka kadang mencoa berbagai tips dan cara agar dia tidak perlu mendongak saat bicara dengan orang lain. Meskipun memiliki tubuh yang pendek, maka dianggap tidak menarik, namun ternyata memiliki tubuh yang pendek akan memperoleh keuntungannya karena pendek, dan berdasarkan penelitian ilmiah, hasilnya adalah demikian:
  • Otak menerima informasi sangat cepat. Ahli saraf mengemukakan bahwa sensor informasi pada orang pendek, memerlukan lebih sedikit waktu untuk menuju otak. Otak manusia menerima data sensor dari berbagai bagian tubuh dengan kecepatan berbeda-beda, sehingga dia menyamakan kecepatannya didasarkan pada proses yagn paling lambat, dan ini berarti orang yang berbadan tinggi akan lebih lambat merasakan sentuhan sentuhan pada ujung kakinya dibandingkan dengan yang lebih pendek.
  • Mengurangi risiko penyumbatan pada pembuluh darah. Orang dengan tubuh yang tinggi risikonya lebih banyak terkena venous thromboembolisms (penyumbatan darah), hal ii merupakan hasil penelitian dari Universitas Tromso di Norwegia yang membandingkan antara tinggi berat badan dan catatan kesehatan.  Mereka juga meneliti bahwa orang yang gemuk badanya akan mengalami penyumbatan.
  • Risiko kanker sangat rendah. Bagi cowok, risiko terkena berbagai jenis kanker akan naik 11 persen setiap pertambahan tinggi 10 cm, secara riset dari Universitas Stockholm hampir lima koma lima juta orang.  Seperti adanya kanker prostat pada cowok yang bertubuh tinggi, katanya bahwa orang tinggi mempunyai lebih banyak sel yang berpotensi terkena kanker. 
  • Lebih lama umurnya atau panjang umur.  Di Jepang meneliti bahwa delapan ribu lebih bahwa orang yang mempunyai badan pendek mempunyai usia yang panjang.
  • Tidak gampang terkena cedera. Tubuh yang pendek tidak mudah kena cidera dibanding dengan tubuh yang tinggi, hampir 20 persen pertambahan tinggi badan akan diterjemahkan menjadi dua kali lipat energi kinetik saat seseorang jatuh, selain itu tubuh pendek lebih sedikit mengalami sakit punggung.
  • Hubungan lebih lama dan langgeng. Hubungan asmara dengan orang pendek akan lebih awet, karena mereka tidak memilik banyak pilihan. Tapi Universitas New York menyebutkan bahwa tingkat perceraian mereka 32 persen lebih kecil dibanding dengan tinggi rata-rata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar