Riset Ungkap Cara Kucing Merebut Hati Manusia - HOBI MENULIS

Breaking

Jumat, 23 Juni 2017

Riset Ungkap Cara Kucing Merebut Hati Manusia

Sumber Gambar : KOMPAS

Selain gukguk atau anjing. Kini kucing sedang naik daun, hewan yang paling akrab dengan manusia dan umat Islam pun percaya bahwa kucing merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW, siapa tak menyangka bahwa persahabatan antara kucing dan manusia sudah berlangsung selama ribuan tahun silam, bahkan sebelum manusia bisa bertani. Sebuah riset mengungkapkan bahwa antara kucing dan manusia bisa saling menguntungkan. Seorang ahli genetika mengatakan bahwa telah menganalisa DNA mitokondria terdapat pada sampel tulang dan gigi sekitar 200 kucing purba. Yang telah diungkap bahwa proses kucing bermigrasi  dan berpindah dari alam liar ke lingkungan sekitar manusia terjadi dalam dua gelombang.
  1. Gelombang pertama terjadi di Fertile Crescent adalah kawasan subur di Asia Barat. Di Fertile terdapat kucing purba spesies Felis Silvestris lybicayang yang diyakini lebih sudah dijinakan dibandingkan dengan jenis kucing yang lain. Karena pada awal pertanian sekitar 10000 tahun yang lalu, manusia mulai menyadari bahwa manfaat kucing. Karena kucing ternyata sebagai hewan pemburu dalam mengendalian tikus.  Keduanya sama-sama untung karena kucing akan senang mendapatkan makanan berupa tikus, sedangkan manusia karena berkurangnya hewan pengerat seperti tikus. Ketika pertanian semakin berkembang dan manusia bermigrasi ke barat sekitar 7000 tahun yang lalu, rupanya kucing juga ikutan bermigrasi, dan disinilah kucing menyebar ke Afrika dan Eropa pada tahun 1.700 SM dan meluas dengan cepat antara abad 5 s.d abad 13. Seorang ilmuwan menemukan jejak kucing purba di pelabuhan Viking di Laut Baltik, Jerman bagian Utara. Ini makin memperkuat bahwa kucing dapat bermanfaat dalam mengendalikan hama (tikus).
  2. Gelombang pertama terjadi di Mesir.


Perbedaan antara kucing purba dan liar dapat dilihat pada kucing saat ini (modern), perbedaan diantaranya adalah pola garis yang dimiliki oleh kucing purba, sementara kucing kekinian cenderung berwarna polos dan berbelang-belang. Kisah penyebaran kucing ini terjadi dengan cepat, walaupun manusia sudah menyadari manfaat kucing sejak lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar